Rabu, 21 Juli 2021
"Healing Happiness Coaching (H2C) dan Program Menjadi Coach"
Senin, 19 Juli 2021
SEFT HEALING MOVEMENT
"JUM'AT HEALING"
Rabu, 25 Desember 2019
Workshop Konselor Kreatif Melalui SEFT
Workshop Konselor Kreatif Melalui SEFT
(_*Spiritual Emotional Freedom Tecknique*_) _*for Healing Happiness Sucses and Greatness*_ bagi *Himpunan Mahasiswa Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam
IAIN Kota Pekalongan* Sabtu, 14 Desember 2019 pukul 08.00 -17.00 di Setda Kajen.
Sabtu, 22 September 2018
Rabu, 19 September 2018
"Umroh Rasa Haji"
#UMROH Rasa Haji"
29 Desember 2018
"Allahumma ballighna Makkata wal Madiinata wal 'Arafata wa Rzuqnal hajjal mabruuro wardha 'anna wahgfirlanaa warhamnaa Anta Maulaana fanshurnaa 'Alal qoumil Kaafiriina"
Artinya:
"Ya Allah perkenankanlah kami untuk sampai/hadir ke Mekkah, Madinah & Arafah, dan berikanlah kami rezeki menjadi Haji Mabrur, dan ridhailah kami, dan ampunilah kami, dan sayangilah kami. Engkaulah kekasih kami, maka tolonglah kami atas golongan orang-orang kafir."
Aamiin...
Jumat, 29 Januari 2016
"Setel Hati, Benahi 5 Hubungan"
- Tuhan,
- Orang tua Anda,
- Pasangan Anda,
- Anak yang bermasalah
- Orang lain.
Bagi rekan-rekan yang orang tuanya sudah mendahului kita,
doakan Beliau
dan
sedekahkan barang yang Anda cintai atas nama mereka.
Senin, 25 Januari 2016
Karunia Besar
Minggu, 24 Januari 2016
"Hidup Berbahagia"
Seri 39 Cara Berbahagia (Part - 4)
4. Kita Akan Sukses & Bahagia, Jika Cukup Banyak Membuat Orang Lain Sukses dan Bahagia
Barusan seorang kawan mengirimkan video ceramah Jack Ma berikut lengkap dengan subtutile-nya. Saya berterimakasih sekali karena Jack Ma nenegaskan sekali lagi prinsip yang saya anut tentang hidup yang sukses, bahagia, berkah & mulia.
Dulu saat saya usia 17 tahun, saya selama 3 tahun menjadi aktivis AMWAY Network-21. Saya sudah join bahkan sebelum saya punya KTP. Selama 3 tahun, sambil sekolah dan ngaji, saya kerja habis-habisan. Saya presentasi naik motor warisan ayah yang kecepatan maksimal-nya 40 km, sambil bawa tas penuh dengan produk demo dan whiteboard "gulung" yg diselempangkan dipunggung seperti pedang Samurai-nya Ninja.
Salah satu yang membuat saya waktu itu berjuang habis2an, karena filosofi bisnis yang diajarkan N-21, yang mengutip tulisan Zig Ziglar dalam bukunya, See You At The Top,
" Anda akan sukses, jika membantu cukup banyak orang untuk sukses. Anda bisa meraih impian Anda , jika Anda telah membantu cukup banyak orang meraih impiannya".
Maka walaupun selama 3 tahun itu saya belum berhasil secara finansial, tapi saya berhutang budi pada Amway. N-21 dan para Leaders N-21 dan Upline saya. Saya merasa berhutang budi karena lewat merekalah jiwa wirausaha, kepemimpinan, pantang menyerah, optimis, memiliki impian, melayani orang lain, dan skill public speaking dan empati saya ditempa.
Nyatanya sesuai kesaksian Jack Ma tentang pengalaman pribadinya dan perjumpaan dia dengan para pemimpin bisnis yang luar biasa sukses yang pernah dia temui, semuanya memiliki orientasi melayani sebanyak mungkin orang, bukan mencari uang sebanyak mungkin. Uang, kesuksesan dan kebahagiaan akan mengikuti.
(Jack Ma, ayahnya seorang pensiunan dengan tunjangan penghasilan 500 ribu rupiah; termasuk dari keluarga yang kurang mampu. Namun dengan kerja kerasnya saat ini dia menjadi owner perusahaan dengan nilai USD 200 Milyar).
(jangan ikut mengeluh).
Maka dalam "Logos Prayer" yang hampir selalu saya baca, poin kedua adalah:
Yaa Allah jadikan saya Rahmatan lil 'alamin-Mu, yang memberikan manfaat sebesar2nya pada sebanyak mungkin mahluq-Mu.
Kita tidak perlu minta sukses atau kaya, tapi kalau sampai jutaan orang terbantu karena produk/solusi Anda, otomatis Anda kaya. Apalagi kalau sampai membantu milyaran orang seperti Google, dan Facebook misalnya, maka dijamin Anda akan super kaya.
Ini sekedar sharing saya. Bisakah Anda sharing juga untuk pembelajaran kita semua?
InsyaAllah..Aamiin.... yaa Rabb....
Kebahagiaan Milik Saya, Saya Milik Kebahagiaan
Pada suatu malam ada seorang nenek tua yang sedang mencari sesuatu dibawah terangnya lampu jalanan. Beliau terus mencari dengan teliti disetiap sudut jalan, hingga seorang pemuda datang menghampirinya. Pemuda tersebut bertanya, "Nenek, sedang mencari apa?" sapa pemuda tersebut. "Ini nak, nenek mencari kancing baju nenek yang agak besar, tadi terlepas satu", jawab nenek. "Saya bantu mencari nek", sang pemuda langsung manjawab. Kemudian sang pemuda turut mencari kancing baju yang seharusnya sedikit mudah bagi pemuda tersebut karena penglihatannya lebih jelas daripada sang nenek yang memang terlihat sudah sedikit rabun. Setelah lama mencari, pemuda tampak tidak sabar dan seketika bertanya kembali pada sang nenek, "nek, kok tidak ketemu ya, seingat nenek tadi kancing baju nenek terjatuh dimana?". Kemudian nenek menjawab, "seingat nenek tadi jatuh didalam rumah". Mendengar jawaban sang nenek, si pemuda yang sedikit jengkel seraya berkata, "Nenek ini gimana, kancing jatuh didalam rumah, kok malah mencari diluar!". Mendengar perkataan si pemuda, sang nenek dengan santai menjawab, "soalnya didalam rumah gelap nak, kalau disini terang jadi lebih gampang mencarinya".
Dari lelucon diatas, jika direnungkan dalam kehidupan kita, seringkali kita mencari sebuah jawaban yang sebenarnya jawaban tersebut bukan terletak pada yang kita kira atau pikirkan. Kehilangan sebuah kancing membuat sang nenek tampak resah hingga berusaha menghilangkan keresahan tersebut dengan cara mencari kancing yang hilang tersebut. Banyak orang berusaha mencari kebahagiaan di tempat-tempat yang salah dan justru berakhir dengan kehidupan yang lebih rumit dari sebelumnya.












